Peringati Hari Toilet Se Dunia, Dinas Perkim Tulungagung Luncurkan Protal dan Gelar Talkshow

TULUNGAGUNG, eNews.co.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Tulungagung meluncurkan Program Tulungagung Layak Huni (Protal) dan menggelar acara Talkshow dalam rangka memperingati Hari Toilet Se – Dunia, bertempat di Hall Hotel Lojik-ka Tulungagung, Selasa (22/11/2022).

Dengan mengusung tema, “Bersama Masyarakat Wujudkan Toilet Bersih Sehat, Aman dan Nyaman Menuju Tulungagung Layak” acara di buka oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo MM, turut hadir Kementrian PUPR, jajaran OPD terkait, beberapa Camat, Kepala Sekolah SMAN, SMKN dan SMPN di wilayah Tulungagung serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung Drs Maryoto menyampaikan, target sanitasi dalam RPJMD Kabupaten Tulungagung Tahun 2024 adalah akses sanitasi aman sebesar 15%, akses sanitasi layak sebesar 85% dan 0% sanitasi belum layak.

BACA JUGA :  Keluhkan Suara Bising dan Peredaran Miras di Kafe Kharisma, Warga Batangsaren Datangi Kantor Satpol PP

“Jadi, Tulungagung sudah bebas buang air besar bukan sembarangan, dan terkait sanitasi di Kabupaten Tulungagung sebenarnya sudah berjalan lama, yakni mulai sejak tahun 1994 sanitasi itu sudah digalakkan dengan bekerjasama dengan konsultan-konsultan,” terangnya.

BACA JUGA :  Anggota Polres Kediri Kota Bersama Abang Becak Berhasil Gagalkan Aksi Bunuh Diri

Menurut Bupati, Hari Toilet Sedunia diperingati setiap tanggal 19 November tiap tahunnya, merupakan kampanye untuk mengatasi krisis sanitasi global dan untuk mencapai poin 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals 2030) yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan manajeman air bersih yang berkelanjutan serta sanitasi memadai dan merata.

“Hal ini memang harus ada perhatian serius, kerena di beberapa provinsi ada sekitar 297 balita meninggal karena diare dan yang disebabkan sanitasi yang buruk,” tutur Maryoto.

BACA JUGA :  Pelaku Pembuang Bayi di Depan UGD Puskesmas Campurdarat, Berhasil Diamankan Polres Tulungagung

Maryoto menambahkan, hal tersebut disebabkan karena hampir sebagian besar tidak memiliki fasilitas yang bersih dan aman serta kurangnya ketersediaan sabun dan air bersih untuk cuci tangan.

Lebih dari setengah populasi global atau 4,2 miliar orang kekurangan sanitasi yang aman, serta tidak kurang dari 2 miliar orang menggunakan sumber air minum yang terkontaminasi tinja.”Kalau di Tulungagung masih memungkinkan, tapi yang ada di kota-kota, apalagi di negara-negara yang masih kurang maju, hal itu banyak terjadi,” tambahnya.