MMD Kelurahan Kepatihan Tulungagung, Prioritas Utama Cegah Stunting

banner 468x60

TULUNGAGUNG, eNews.co.id – Pemerintah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/ Kabupaten Tulungagung bersama UPT Puskesmas Kecamatan Tulungagung mengadakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang dilaksanakan di Balai Kelurahan setempat, Kamis (9/02/2023).

Kepala Kelurahan Kepatihan, Rio Hendrawan Nusantara, SE mengatakan, kegiatan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) diadakan sebagai pembahasan tindak lanjut dari kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) yang telah dilaksanakan sebelumnya serta membahas cakupan kegiatan tahun 2023.

Dikatakannya, Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) adalah pertemuan perwakilan warga desa/ kelurahan beserta tokoh-tokoh masyarakat dengan petugas kesehatan yang dilaksanakan sekali dalam satu tahun, untuk membahas hasil Survey Mawas Diri (SMD) dan merencanakan upaya penanggulangan masalah kesehatan, lingkungan dan perilaku yang diperoleh dari hasil survei tersebut.

BACA JUGA :  Belum Sempat Nikmati Hasil Curian, Pria Asal Kutoanyar ini Ditangkap Polisi

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga kedepannya kita bisa memperbaiki diri, dengan memaksimalkan program-program kerja dan saya harap segera ada hasil yang maksimal,” ucapnya.

Lurah muda yang lebih akrab dengan sapaan Mas Rio ini menyampaikan, target khusus tahun 2023 diprioritaskan untuk meningkatkan pengetahuan tentang cegah Stunting keluarga sehat pada ibu hamil dan ibu balita di Kelurahan Kepatihan.

BACA JUGA :  Terungkap Identitasnya, Mayat Perempuan Mengapung Di Sungai Brantas Jeli Karangrejo Warga Magetan

“Yang belum kita perbaiki ditahun kemarin, tahun ini akan kita tingkatkan dan kita prioritaskan untuk pencegahan stunting, untuk ibu hamil akan kita berikan perbaikan gizi dengan meningkatkan kualitas makanan dan minuman serta menjaga kebersihan,” ujarnya.

Menurutnya, ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang berisiko terhadap masalah gizi, dikarenakan asupan gizi yang kurang saat hamil, pola makan yang tidak sesuai, serta kualitas makanan yang rendah sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan janin.

BACA JUGA :  Pulang Haji, H. Ahmad Baharudin dan Istri Hj. Yuyun Wahyuni Gelar Tasyakuran dan Doa Bersama

“Terhambatnya pertumbuhan janin dapat menyebabkan anak yang dilahirkan menjadi tidak normal, sehingga beresiko terkena stunting,” tuturnya.

“Melalui Posyandu dengan melakukan pendampingan, tim posyandu mengunjungi rumah-rumah warga untuk melakukan survey dan kesehatan akan terus kita tingkatkan,” imbuh Rio.