Gelar Rakor Antisipasi Sitkamtibmas di Bulan Ramadhan, Kapolres : Jaga Tulungagung Selalu Aman Kondusif

banner 468x60

TULUNGAGUNG, eNews.co.id – Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimcam, dan semua elemen masyarakat untuk bersama mengantisipasi kerawanan – kerawanan yang kemungkinan bisa terjadi dan mengganggu Kamtibmas menjelang, saat, dan sesudah pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan hingga perayaan hari raya Idul Fitri 1444 H. 

Hal ini disampaikannya dalam Rakor Forkopimda bersama Forkopimcam, Toga, Tomas, dalam rangka antisipasi Sitkamtibmas pada bulan Ramadhan 1444 H, berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (17/03/2023). 

“Nantinya kita akan berkolaborasi dengan rekan – rekan Pemkab, Kodim 0807, Toga, Tomas termasuk teman – teman dari paguyuban perguruan pencak silat untuk melakukan upaya menjaga Kamtibmas di wilayah Tulungagung agar selalu aman dan kondusif,” terang Kapolres seusai mengikuti rakor. 

BACA JUGA :  Relawan Peduli Sosial Komunitas Aku Wongmu Lo, Kembali Salurkan Sembako ke Pelosok Desa

Adapun salah satu upaya yang dilakukan adalah merekomendasikan surat edaran (SE) yang akan diberikan kepada Bupati Tulungagung untuk diteruskan ke OPD, kemudian ke kecamatan hingga ke desa desa tentang pengaturan hal hal terkait dengan kegiatan sahur on the road atau hal lain yang bersifat akan mengganggu Kamtibmas.

BACA JUGA :  Hadiri Pelantikan, Wabup Tulungagung Berpesan PPK Harus Profesional Berintegritas dan Jaga Netralitas

Menurutnya, pada bulan suci Ramadhan 1444 H, salah satu potensi kerawanan atau gangguan Kamtibmas yang perlu diantisipasi diantaranya adalah sahur on the road (SOTR)

“Adanya Sahur on the road menurut saya mudlaratnya banyak sekali, untuk itu kita harus bisa melakukan pembatasan pembatasan terkait sahur on the road ini. Kalau bisa ya namanya sahur ini bersama keluarga tentu lebih makna, manifestasinya itu lebih dapat,” terangnya.

Kapolres mengungkapkan, terkait urusan membangunkan warga/masyarakat saat sahur di desa desa pun sudah ada mushola maupun masjid melalui pengeras suaranya, selain itu ada juga HP, televisi yang bisa menunjang momen sahur. Oleh karena itu Kapolres meminta kalau bisa kegiatan sahur on the road ditiadakan atau tidak ada.

BACA JUGA :  Tradisi Pedang Pora Sambut Kedatangan Kapolres Baru Tulungagung

“Kalau bisa sahur on the road ini tidak ada. Apalagi memakai sepeda motor untuk konvoi, memakai sound system yang besar besar nah ini sangat meresahkan dan mengganggu kekhidmatan kita dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.