Kepala Dinkes dr. Kasil Rohmad : Kasus Stunting Kabupaten Tulungagung Turun, Awal 2023 Tinggal 4,25 Persen

banner 468x60

TULUNGAGUNG, eNews.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rohmad, MMRS saat mendampingi Tim Penilai Lomba Pembinaan Terpadu PKK Sehat Lestari Berencana Provinsi Jatim di Posyandu Melati II Desa Sumberejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Kamis (11/05/2023) mengatakan bahwa angka kasus stunting atau penyakit gagal tumbuh pada anak di Kabupaten Tulungagung menunjukkan trend positif, dari tahun 2016 terus mengalami penurunan hingga menjadi 4,25% di awal bulan tahun 2023.

“Sejak tahun 2016 angka stunting di Tulungagung sebesar 25 (dua puluh lima koma sekian), dan di akhir tahun 2022 kemarin hingga di penimbangan awal bulan 2023 kemarin angka stunting kita ada penurunan menjadi 4,25 persen,” kata Kasil Rohmad usai kegiatan, Kamis (11/05/2023) siang.

Menurutnya, untuk mencegah stunting dibutuhkan kerjasama yang melibatkan banyak stakeholder mulai dari bagaimana ketersediaan pangan, sosial ekonomi masyarakat, pola asuh, pendidikan dan kesehatan remaja putri yang akan menjadi seorang ibu.

BACA JUGA :  Satpol PP Tulungagung Dua Malam Terakhir ini Gelar Ops Gabungan Razia Cafe Karaoke

Lebih dari itu, dr. Kasil menekankan ada 2 (dua) hal utama dalam penanganan stunting, pertama penanganan pencegahan agar tidak timbul stunting baru dan kedua adalah penanganan bagi yang sudah stunting.

BACA JUGA :  Pastikan Pilkades Serentak Aman, Forkopimda Mojokerto Cek Kesiapan TPS

“Kalau itu ditata laksana dengan baik, ketika seorang wanita (ibu) kemudian hamil, hamilnya sehat kemungkinan besar tidak akan berpotensi muncul bayi stunting. Begitu juga kalau sosial ekonominya cukup tentu pemenuhan gizinya bagus hingga setelah lahir seribu hari pertama juga bagus, maka bisa dipastikan tidak akan muncul stunting,” terangnya.

dr. Kasil menambahkan, jika diketemukan adanya kasus stunting di posyandu, nantinya akan dirujuk ke Puskesmas, selanjutnya akan dilakukan tata laksana pemberian makanan tambahan termasuk melihat ada atau tidaknya penyakit penyerta (bawaan) yang menyebabkan stunting.

BACA JUGA :  Minimalisir Pelanggaran, Dishub Tulungagung Berikan Edukasi Kepada Ratusan Sopir Truck

“Kalau ditemukan penyakit penyerta yang tidak bisa diselesaikan di Puskesmas akan dirujuk di Rumah Sakit untuk dilakukan penanganan penyakit penyertanya seperti jantung, paru – paru dan lain sebagainya sambil mengatasi stuntingnya,” tambahnya.

Selanjutnya, dr. Kasil juga menyampaikan, pihaknya terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan penurunan angka stunting sehingga angka kasus stunting di Kabupaten Tulungagung cenderung menurun.