Buka Rembuk Stunting, Bupati Tulungagung Ajak Seluruh Jajaran Perangkat Daerah Lakukan Aksi Kreatif

banner 468x60

TULUNGAGUNG, eNews.co.id – Untuk mewujudkan Tulungagung sehat menuju masyarakat sejahtera, mandiri dan berdaya saing, Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo MM secara resmi membuka Rembuk Stunting Kabupaten, bertempat di Hall salah satu hotel ternama di Tulungagung. Senin (5/6/2023).

Dalam sambutannya, Bupati Maryoto mengatakan bahwa, saat ini Kabupaten Tulungagung tengah mengalami bonus demografi, artinya memiliki sebuah peluang yang harus ditangkap sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk usia produktif dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif.

Dikatakannya, penduduk usia produktif dengan jumlah besar memberikan kontribusi besar pada pembangunan Sumber Daya Manusia, namun demikian dalam kerangka pembangunan manusia, permasalahan Stunting, telah menjadi salah satu bagian dari “triple burden of malnutrition”, yang harus ditangani sejak dini.

BACA JUGA :  Satreskrim Polres Tulungagung Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Solar Bersubsidi

“Oleh karena itu, saya secara khusus mengingatkan kepada segenap jajaran Pemerintah, termasuk Kepala Desa dan unsur masyarakat untuk bersama-sama bergandengan tangan mewujudkan generasi muda yang produktif dengan gerakan pencegahan stunting terintegrasi,” katanya.

Bupati Tulungagung menegaskan, sesuai arahan Presiden pada Rakornas Kepala Daerah, bahwa semua pihak harus menekan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting dan memanfaatkan teknologi serta platform aplikasi dalam memantau stunting di daerah.

Menurutnya, para pelaku di lapangan, baik itu Tim Pendamping Keluarga, Kader Pembangunan Manusia, Kader Posyandu dan penggiat lainnya dioptimalkan perannya, ditingkatkan kapasitasnya dan diberikan dukungan yang optimal oleh semua pihak sesuai arahan Bapak Wakil Presiden selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Nasional.

BACA JUGA :  Pemeriksaan Kembali Digelar, Oleh Kejari Situbondo Terkait Munculnya (SHM) Pada Kawasan Hutan Negara

“Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting telah dan akan tetap menjadi fokus perhatian dan Prioritas Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang tertuang dalam Misi Pembangunan Kabupaten Tulungagung, yakni Pembangunan Sumber Daya Manusia,” ucap Maryoto.

Bupati menjelaskan, secara prevalensi, berdasarkan bulan timbang, angka stunting Tulungagung termasuk dalam kategori rendah dan terus menunjukkan tren yang positif yakni pada tahun 2022 sebesar 4,259. Akan tetapi berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting mengalami peningkatan diantaranya disebabkan oleh kurang optimalnya kunjungan balita ke posyandu untuk dilakukan pengukuran dan penimbangan.

BACA JUGA :  Polres Bondowoso Adakan Kegiatan Bhakti Religi dan Pembagian Sembako

Dalam kesempatan itu, Bupati Maryoto meminta, kepada seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah termasuk Tim Penggerak PKK untuk melaksanakan aksi kreatif yang mengusung tema lokal dan menggerakkan masyarakat ke Posyandu agar kasus stunting dapat segera ditemukan dan ditangani sehingga target zero stunting di tahun 2030 dapat tercapai.