Antisipasi Terjadinya Kebakaran Hutan, Perhutani BKPH Penarukan Lakukan Koordinasi Dengan Pihak Terkait

banner 468x60

Situbondo, NEWS.CO.ID – Dimusim kemarau yang sudah terasa mencapai puncaknya menyebabkan guguran daun kering semakin menebal tak urung semakin berpotensi akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang harus mendapatkan penanganan ekstra maksimal dari para rimbawan

Menyadari akan tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan dalam hal penanggulangan bencana karhutla dan dengan keterbatasan personil yang dimiliki, jajaran Perhutani BKPH Panarukan melaksanakan koordinasi dengan Koramil, Polsek Bungatan, BPBD kabupaten Situbondo dan beberapa tokoh masyarakat. Selasa (05/9/2023) bertempat di Rumah Dinas KRPH Bungatan Situbondo.

Dalam koordinasi tersebut Slamet Priyadi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Bungatan yang didampingi oleh Kartoyo KRPH Kendit, Arif Minarko KRPH Selowogo dan Abdul Karim KRPH Mlandingan, meminta dukungan dan bantuan sepenuhnya dari semua pihak guna mengantisipasi dan menanggulangi karhutla yang kemungkinan terjadi kembali.

BACA JUGA :  Satpol PP Bondowoso Kooperaktif Bersinergi Menangani Operasi Pekat

Slamet KRPH Bungatan mengatakan bahwa Kawasan hutan diwilayah Bungatan yang sebagian besar berada di jalur lalulintas Pantura sangat rawan akan terjadinya karhutla. “Sementara petugas yang kami miliki sangatlah terbatas, untuk itu besar harapan kami akan dukungan dan bantuan penuh dari seluruh lapisan masyarakat utamanya yang berada disekitar kawasan hutan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jatim Romantis: Tim Gabungan Satpol PP TNI Polri, BPBD, Damkar, BSBK Bondowoso Gelar Giat Jum'at Bersih

Ditempat yang sama, mewakili Pemerintah Kabupaten Situbondo, Kapten Inf. Agus al Amin Komandan Distrik Meliter (Danramil) Bungatan menyampaikan, bahwa pihak nya dan jajaran Forkopimda serta Forkopimcam siap bersinergi dan siap sewaktu-waktu memberikan bantuan kepada Perhutani jika diperlukan. “Silahkan Pak KRPH dan petugas Perhutani hubungi kami, insyaallah kami dan jajaran siap siaga 24 jam penuh untuk memberikan bantuan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Barusan, Gempa Bumi 5.6 Magnitudo Guncang Pacitan, BMKG : Tidak Berpotensi Tsunami

Dihubungi terpisah melalui selularnya Sementara itu, Soekirno Wakil ADM KSKPH Bondowoso Utara, dihubungi melalui selularnya menjelaskan, bahwa giat koordinasi dan komunikasi tersebut sesuai dengan instruksi dari Administratur KKPH Bondowoso yang bertujuan untuk antisipasi kemungkinan terjadinya karhutla serta gangguan keamanan hutan yang lain. “Untuk itu kami butuh bersinergi dengan stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat yang ada. Kami juga berharap peran media dalam rangka memberikan edukasi akan dampak dan bahaya karhutla kepada masyarakat,” pungkasnya. (Yus)