Berita  

Tahun 2024 Alokasi Tambahan Pupuk Bersubsidi Disetujui

banner 468x60

JAKARTA, eNews.co.id – Alokasi Tambahan Pupuk Bersubsidi Disetujui dan Segera Dialokasikan ke Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Hal tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo, alokasi pupuk bersubsidi bagi petani resmi ditambahkan.

Adapun Volume pupuk bersubsidi tahun 2024 naik dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton, termasuk pupuk organik untuk 9 jenis komoditas, yaitu Padi, Jagung, Kedelai, Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih, Tebu Rakyat, Kopi, Kakao.

Untuk Provinsi Jawa Timur tambahan pupuk UREA Sebelumnya 574,347 Sesudah perubahan 981.730 ton, NPK Sebelum 389.357 Sesudah 832.370 ton, NPK – FX Sebelum 143 Sesudah 986 ton.

Sedangkan Untuk alokasi pupuk organik mengacu pada rekomendasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) pada lahan dengan kandungan C-organik kurang dari 2% dan diprioritaskan untuk wilayah sentra padi.

BACA JUGA :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Saat ini Kementerian Pertanian tengah mengoordinasikan rancangan alokasi per Kabupaten dan Kecamatan bersama dengan Gubernur dan Bupati seluruh Indonesia sesuai data eRDKK tahun 2024.

Gebrakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperjuangkan nasib petani mendapat pujian dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Diketahui, Mentan baru saja menandatangani alokasi penambahan pupuk bersubsidi sebesar 28 triliun. Dengan tambahan tersebut, kini total anggaran pupuk subsidi menjadi 54 triliun.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Khilmi mengatakan bahwa gebrakan tersebut merupakan kabar bahagia karena ke depan petani tak akan lagi dihadapkan pada persoalan pupuk yang kurang di saat musim tanam tiba.

“Sekarang petani bisa tersenyum lega karena pupuk sudah tersedia dimana-mana. Saya kira pak Menteri adalah pejuang petani. Karena itu perjuangan beliau perlu mendapat apresiasi atas perhatian yang sangat besar terhadap para petani,” ujar Khilmi, Sabtu, 30 Maret 2024.

BACA JUGA :  LPEI Gandeng BRI Kolaborasi Produk Asuransi Ekspor

Khilmi berharap dengan tambahan ini produksi dalam negeri dapat meningkat sehingga ke depan Indonesia mampu mewujudkan swasembada, terlebih mampu memenuhi kebutuhan nasional maupun ekspor.

“Yang paling penting adalah kita tidak bergantung pada kebijakan impor. Jadi sekali lagi DPR mendukung sekaligus mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Menteri dalam menambah pupuk subsidi,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara simbolik menyerahkan alokasi penambahan pupuk subsidi untuk petani seluruh Indonesia sebesar Rp 28 triliun.

Mentan mengatakan, penambahan ini merupakan tindak lanjut hasil berbagai pertemuan dan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan juga para Menteri seperti Sri Mulyani.

BACA JUGA :  Polres Tulungagung Tetap Konsisten Beri Kemudahan Pemohon SIM Dapat Lulus Ujian

Hasilnya, alokasi pupuk sebanyak 9,55 juta ton resmi diputuskan melalui surat menteri keuangan no S-297/MK.02.2024.

Mentan menambahkan volume pupuk subsidi tahun 2024 meliputi pupuk kimia dan juga organik untuk 9 jenis komoditas seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao.

Adapun alokasi pupuk mengacu pada rekomendasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian.

“Saya berharap para Gubernur, Bupati dan Wali Kota segera menyiapkan rancangan alokasi per kabupaten dan kecamatan sesuai data e-RDKK tahun 2024,” jelasnya.

Sumber Berita : Ig @kementerianpertanian