Perangkat Desa di Kecamatan Ngantru Diamankan Polisi, Ini Kasusnya

banner 468x60

TULUNGAGUNG, eNews.co.id – Seorang laki-laki berinisial NK (41) yang beralamat di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung diamankan Satreskrim Polres Tulungagung.

NK dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan dalam transaksi jual beli tanah kavling terhadap korbannya yakni masing masing KW (54), SM (43) yang merupakan tetangganya dan SM (60) laki – laki asal Karangrejo, Kabupaten Tulungagung.

“NK diamankan pada Selasa (23/05/2023) kemarin sekira pukul 13.00 WIB, setelah dilakukan pemeriksaan di Satreskrim Polres Tulungagung,” ucap Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, melalui Kasi Humas Polres Tulungagung IPTU Moh Anshori, Kamis (25/05/2023) siang.

BACA JUGA :  Pesan Kajari Tulungagung Saat Jadi Khatib Sholat Jumat di Masjid Al-Fattah

Diterangkannya, kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini berupa jual beli tanah kavling di Desa Batokan, Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.

Dan kronologisnya berawal NK yang berprofesi sebagai perangkat Desa tersebut sekitar bulan September 2021 menjual tanah kavling yang berada di Desa Batokan, Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.

Dalam jual beli itu NK menyampaikan persyaratan pembelian tanah kavling terdiri dari tiga harga yang berbeda dengan kriteria tanah yang di depan diberi harga Rp 90.000.000,-, dan tanah bagian tengah dengan harga Rp 80.000.000,- “Sedangkan tanah bagian belakang harga nya Rp 70.000.000,-,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Sempat Buron, 2 Pelaku Penganiayaan di Pantai Sine Ditangkap Polisi

Anshori menambahkan, sistem pembayaran pembeli membayar uang muka sebesar 50% kemudian dibuatkan surat pernyataan jual beli tanah dan sisanya diangsur hingga lunas.

Bukan itu saja, NK juga menjanjikan sertifikat hak milik dan tanah kavling dengan ukuran 8×14 meter kepada pembelinya.

“Selain itu NK juga menjanjikan kepada para pembeli bahwa tanah tersebut akan dilakukan pemecahan sebagai tanah kavling pada bulan April 2022, namun sampai batas waktu yang dijanjikan pelaku tidak dapat memenuhi janjinya. Bahkan NK tidak dapat mengembalikan uang para korban dengan total kerugian sejumlah Rp 347.000.000,- (tiga ratus empat puluh tujuh juta rupiah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kapolres Tulungagung Pimpin Upacara Pemakaman Almarhum Anggota Polri

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa, 4 lembar surat perjanjian jual beli tanah kavling, 4 lembar surat pembatalan penjualan tanah kavling, 5 lembar kwitansi, uang Rp 5.000.000,–

“Hingga kini NK yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih menjalani penahanan di Rutan Polres Tulungagung guna proses penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.

Atas perbuatanya tersangka NK bakal dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 Jo 65 KUH Pidana.(prn)